
Apa Perbedaan Virus dan Malware? Cek Penjelasannya
Buat kamu yang selalu online di internet, sudah tahu belum apa sebenarnya perbedaan virus dan malware?
Nah, terkadang, kalau perangkat laptop atau komputer kamu tiba-tiba jadi lemot, pasti kamu langsung mengira hal tersebut disebabkan oleh virus, bukan?
Istilah 'virus' memang sering disalahartikan dan digunakan secara umum untuk menyebut segala jenis gangguan pada perangkat digital.
Padahal secara teknis, dunia ancaman siber jauh lebih luas daripada sekadar virus. Bisa jadi, laptop atau komputer kamu yang lemot tersebut disebabkan oleh malware.
Maka dari itu, supaya kamu tidak salah langkah dalam menangani perangkat yang terjangkit virus atau malware, yuk simak penjelasan lengkap mengenai perbedaan virus dan malware berikut ini!
BACA JUGA: Cara Manual Mengganti IP Address, Tanpa Aplikasi Tambahan!
Apa yang Dimaksud dengan Virus?
Sebelum masuk ke pembahasan inti tentang perbedaan virus dan malware, kamu harus memahami definis dari masing-masing ancaman siber tersebut.
Jadi, sebenarnya apa itu virus?
Virus adalah salah satu jenis dari malware. Dengan kata lain, semua virus adalah malware, tapi tidak semua malware adalah virus.
Fakta uniknya, virus komputer bekerja mirip dengan virus biologis pada manusia, lho.
Virus tersebut membutuhkan 'inang' atau host untuk hidup. Biasanya, virus menempel pada file atau program tertentu, seperti .doc atau .exe.
Virus tidak akan aktif atau menyebar ke seluruh komputer kalau kamu tidak 'memicunya', misalnya dengan membuka file yang terinfeksi tersebut.
Tujuan utama dari sebuah virus biasanya untuk menggandakan diri dan menyebar ke sistem lain, yang sering kali berujung pada kerusakan data di laptop atau komputer kamu.
Apa yang Dimaksud dengan Malware?
Kemudian, bagaimana dengan malware?
Malware merupakan singkatan dari Malicious Software. Bisa disebut juga sebagai perangkat lunak jahat.
Bayangkan malware sebagai sebuah kategori besar yang menaungi segala jenis program yang dirancang untuk merusak, menyusup, atau mencuri data dari sistem komputer tanpa izin pemiliknya.
Dengan kata lain, malware adalah istilah lebih umumnya. Semua kode jahat yang merugikan, entah itu mencuri bandwidth, mengintip ketikan keyboard, atau merusak sistem operasi, semuanya disebut sebagai malware.
Perbedaan Virus dan Malware
Agar kamu lebih memahami tentang perbedaan virus dan malware, coba cek dua poin penting berikut ini.
1. Ketergantungan pada Pengguna Perangkat
Virus membutuhkan tindakan manusia untuk bekerja. Kamu harus mengklik atau menjalankan file yang terinfeksi agar virus bisa beraksi.
Sebaliknya, jenis malware lain seperti Worm atau cacing komputer bisa bergerak sendiri.
Worm dapat berpindah dari satu komputer ke komputer lain melalui jaringan tanpa perlu kamu klik apa pun.
2. Mekanisme Infeksi
Virus menyisipkan kode jahatnya ke dalam file yang sudah ada. Sementara itu, malware jenis lain seperti Trojan sering kali menyamar layaknya program biasa.
Trojan terlihat seperti aplikasi legal atau game gratis, padahal di dalamnya berisi program jahat yang siap mencuri data.
Cara Mencegah Komputer Terkena Virus atau Malware
Khawatir laptop atau komputermu terkena virus dan malware? Tenang, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan, kok!
1. Instal Software Antivirus atau Anti-malware
Langkah pertama adalah memasang software keamanan di perangkatmu.
Antivirus biasanya biasanya menggunakan metode signature-based scanning, hanya mengenali virus yang sudah ada di database.
Untuk melawan malware terbaru dan modern, sebaiknya kamu menggunakan anti-malware yang punya fitur:
- Heuristic Analysis (menganalisis pola ancaman baru)
- Real-time Behavioral Monitoring (memantau perilaku mencurigakan secara langsung)
Dengan fitur-fitur tersebut, ancaman baru yang belum ada di database pun bisa terdeteksi dari gerak-geriknya yang janggal.
2. Rutin Update Sistem Operasi dan Aplikasi
Rutin melakukan update sistem operasi dan aplikasi sangat penting karena update sering membawa perbaikan keamanan.
Sistem operasi dan aplikasi yang jarang di-update biasanya akan lebih rentan diserang malware.
3. Jangan Pernah Klik Tautan yang Mencurigakan
Hindari mengklik link dari email atau pesan yang pengirimnya tidak kamu kenal atau terlihat aneh.
Banyak serangan malware berawal dari satu klik di tautan palsu, lho.
4. Jangan Mengunduh Software Sembarangan/Bajakan
Software bajakan sering disisipi virus atau malware tanpa kamu sadari.
Walaupun terlihat 'gratis', risikonya bisa lebih parah, seperti data hilang, akun bocor, atau perangkat jadi rusak.
5. Bangun Kebiasaan Digital yang Baik
Selalu pakai password yang kuat dan berbeda di tiap akun. Selain itu, kamu perlu waspada sebelum mengunduh file atau membuka link dari internet.
Ingat, kebiasaan digital yang baik merupakan langkah pencegahan terbaik untuk melindungi diri dari serangan malware.
BACA JUGA: 4 Cara Mengetahui Password WiFi dengan Alamat IP
Nah, itu dia ulasan singkat tentang perbedaan virus dan malware yang perlu Anda ketahui.
Walaupun penggunaan nama keduanya sering tertukar di kalangan awam teknologi komputer, tetapi virus dan malware sama-sama sangat berbahaya untuk perangkat kamu.
Pastikan kamu selalu waspada ketika terhubung ke jaringan internet, hanya mengunjungi situs-situs yang terpercaya, serta selalu melakukan upadate sistem secara rutin, ya!
Untuk urusan internet di rumah, percayakan semuanya ke XL SATU!
XL SATU merupakan solusi lengkap untuk semua kebutuhan digital kamu dan keluarga.
Dengan teknologi fiber optic dan internet yang unlimited, aktivitas WFH, belajar online, gaming, maupun streaming di rumah bisa lancar terus.
Kamu dan keluarga pun jadi makin terkoneksi karena sekarang First Media sudah menjadi XL SATU, untuk SATU paket lengkap internet dan hiburan di rumah.
Tersedia berbagai paket langganan yang bisa kamu pilih, seperti Smart, Family, atau SuperUsers, dengan harga mulai dari Rp200 ribuan/bulan aja!
Tertarik? Segera berlangganan XL SATU sekarang atau cari tahu promo spesialnya melalui tautan ini!


